Wajar saja jika jamur ini termasuk jamur yang mudah dipasarkan serta favorit untuk dibudidayakan. Warga kawasan Sendangagung Minggir Sleman, Yos Subakti mengaku tertarik membudidayakan jamur tiram dengan alasan tersebut. Selain itu juga meyakini mempunyai prospek bagus kedepan, antara lain banyak yang cocok rasanya setelah diproses menjadi aneka olahan.

Ia mengatakan pemerintah daerah pada 2015 telah memberikan bantuan bagi tiga kelompok usaha budidaya jamur tiram, masing-masing di Kecamatan Muncang, Rangkasbitung, dan Kalanganyar. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada pembudidaya jamur yang tergabung pada Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS).

Dialah Komarudin, keahliannya membuat bag lock atau tempat pembibitan serta budidaya jamur tiram, telah membawanya menjadi wiraswasta handal.Komar sudah menekuni usaha tersebut selama sepuluh tahun. awalnya memang agak seret, tetapi dengan keuletan dan ketekunan akhirnya membuahkan hasil.

“Harapan saya usaha yang saya miliki bisa menginspirasi sejumlah pemuda untuk giat berkarya dan berwiraswasta,” kata Komar, sapaan akrab Komarudin di Kediri. Bisnis Darmajaya Lampung memilih untuk mengembangkan usaha budidaya jamur tiram di sela waktu kuliahnya.

Menurut mahasiswa semester 6 Jurusan Manajemen IBI Darmajaya, di Bandarlampung, Kamis (28/5), telah satu bulan merintis usaha budidaya jamur tiram ini di kediaman orang tuanya Desa Cipadang Dusun Cipadang RT 01 RW 1 No. 80 Gedongtataan Kabupaten Pesawaran.

Meski baru satu bulan menjalankan usaha budidaya jamur tiram (Pleurotus ostreatus), ia mengaku telah memiliki penghasilan sendiri yang dapat membantu biaya perkuliahannya.