DOC sering disalahartikan sebagai dampak atau efek penggunaan obat herbal. Padahal, DOC adalah tanda terjadinya crisis healing sehingga jika pasien tidak mengalami DOC, bisa diartikan obat herbal yang ia konsumsi tidak bekerja.

Namun, pasien harus memahami ada beberapa hal yang harus dilakukan setelah dirinya mengalami DOC. Pertama, kurangi dosis dari obat herbal tersebut. Kedua, perbanyak minum air putih hangat. Ketiga, ubah pola konsumsi kalau biasanya sebelum makan, jadi setelah makan. Keempat, sinergikan dengan herbal yang lain.

salah satu merek obat herbal lokal, Rizalman menyatakan, Alanabi hadir di tengah kerasnya persaingan dengan obat herbal impor. Alanabi mencoba memberikan alternatif obat herbal bagi masyarakat Indonesia, khususnya umat muslim. “Ini yang kemudian saya bersama empat orang kawan membuat obat herbal bernama Alanabi pada 2014. Tak cuma kemasan, resepnya pun sangat berbeda dibanding obat-obat yang sudah ada,” kata dia di Jakarta, Selasa (3/5).

Meski memiliki konsep, kata dia, tak mudah untuk mengimplementasikan produk. Setelah melalui uji coba produk berkali-kali, baru kemudian ditemukan produk yang pas dengan desain bagus, pabrik mumpuni, dan modal yang cukup.
Satu produk unggulan Alanabi, kata dia, adalah minuman herbal penghangat tubuh dari buah kurma, jahe merah, madu, minyak zaitun, jintan, dan buah delima.

“Dengan serba terbatas, kami menyewa pabrik untuk memproduksi obat herbal. Tapi, masalahnya ternyata tak cuma sampai itu, ada rantai distribusi yang belum terpikirkan,” kata Rizal.

Berbekal jaringan pengajian, para pendirinya memilih masuk ke komunitas muslim. Mereka juga merekrut rekanan untuk menjadi reseller dan menyasar pasar daring. Namun, penjualan tak bisa juga terdongkrak. Beruntung, awal tahun ini, perusahaan besar distributor obat-obatan melirik produk tersebut.

Peluang bisnis obat herbal lumayan menjanjikan. Itu juga yang mendorong Ahmad Sodiqin gencar memasarkan produk obat herbalnya. Di bawah bendera CV Mutiara Berlian, ia menawarkan kerjasama keagenan dan subagen.

Belakangan ini, obat herbal sedang jadi tren. Bisnis obat herbal juga kian menjamur. Sejumlah pemilik bisnis obat herbal juga menawarkan kemitraan usaha gerai obat herbal. Salah satunya datang dari Ahmad Sodiqin yang mengusung brand CV Mutiara Berlian.

Saat ini Ahmad telah memiliki sekitar 150 mitra yang tersebar hampir di seluruh Indonesia. Antara lain Sumatera, Pulau Jawa, Mataram, Lombok, Merauke, Nabire, Jayapura, Sorong, dan Manokwari.

Para mitra ini terdiri dari perwakilan wilayah, distributor, agen, sub agen dan reseller. Saat ini ia hanya membuka investasi untuk keagenan dan sub agen.

Toko Online Jual Aneka Jamu dan Obat Herbal Aman Manjur
Bagi yang berminat menjadi agen, CV Mutiara Berlian menawarkan paket investasi Rp 20 juta. Agen memperoleh produk, alat cek LBA, TV LED, alat kesehatan, terapi buku panduan, pelatihan keagenan, pelatihan internet marketing, dan support iklan radio.

Ia menjelaskan efek jamu atau obat herbal tidak instan. Hal itu berbeda dengan obat kimia yang dipakai mayoritas dokter. Menurut dia, penggunaan jamu meski dilakukan dalam jangka lama, memiliki jaminan untuk sembuh.

Lebih lanjut, obat herbal yang dijual di Akar Sari dinamakan Jamu Asam Urat. Satu botol berisi 250 butir pil berukuran kecil. Untuk pengobatan, pil itu harus dikonsumsi dua kali sehari pada pagi dan sore. Sekali konsumsi, pasien diharuskan meminum 10 pil sekaligus.

“Obat herbal itu enggak ada efek sampingnya. Agar sembuh total, sebaiknya pasien mengonsumsinya selama sekitar sebulan,” terangnya.